Beranda » Artikel Islam » Penggunaan Jimat Atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab 9

Penggunaan Jimat Atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab 9

T Diposting oleh pada 10 April 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 1188 kali

Perhatikanlah, bagaimana sikap sosok sahabat Ahli Tafsir, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang sama dengan sikap Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu ketika mendapatkan orang yang memakai jimat!

jimat-pelet

Di dalam kitab At-Tauhid alladzi huwa haqqullahi ‘alal ‘abid disebutkan:

“Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah bahwa ia melihat seorang laki-laki yang di tangannya terdapat (jimat dari) benang untuk (mengobati atau menangkal) penyakit demam, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Allah Ta’ala:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

Dan sebahagian besar dari mereka tidaklah beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan selain-Nya). (QS. Yusuf:106)”.

Atsar ini shahih dengan menggabungkan seluruh jalan-jalan periwayatannya1.

Perhatikanlah, bagaimana pemahaman dan sikap sosok Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, sahabat yang pernah diutus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi seorang da’i ini!

1. Pemahaman beliau

Dalam mengingkari pemakai jimat tersebut, beliau membawakan ayat ini, padahal sesungguhnya ayat ini untuk membantah pelaku syirik akbar, hal ini menunjukkan bahwa beliau memahami perbuatan memakai jimat itu sebagai bentuk kesyirikan, walaupun kesyirikan pemakai jimat itu secara tingkatan hanyalah sebatas syirik kecil saja.

Faedah : Membantah syirik kecil dengan membawakan ayat yang membantah pelaku syirik akbar adalah sebuah metode pendalilan yang sah, karena kandungan ayat itu sifatnya menyeluruh dan karena masuknya perbuatan jenis syirik kecil kedalam kelompok dosa syirik.

2. Sikap beliau

Beliau mengingkari pemakai jimat tersebut, tanpa menanyakan apakah penggunanya berkeyakinan jimat itu sebagai sebab saja atau tidak!

Pengingkaran Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu terhadap pemakai jimat, tanpa menanyakan apakah pemakainya berkeyakinan jimat itu sebagai sebab saja atau tidak!

Dari Qois bin As-Sakan Al-Asadi radhiyallahu ‘anhu berkata: (Suatu saat) Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bertemu dengan seorang wanita, beliau melihat pada diri wanita tersebut terdapat (jimat) manik-manik karena penyakit humroh2, lalu beliaupun memutuskannya dengan tarikan yang kuat. Kemudian beliau berkata:

“Sesungguhnya keluarga Abdullah anti syirik!”

Beliau mengatakan pula :

“Termasuk perkara yang kami hafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah

إِنَّ الرُّقَى و التّمَائِمَ والتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya (menggunakan) ruqyah (yang mengandung kesyirikan), tamimah3 dan tiwalah4 adalah syirik!“”5.

Perhatikanlah, bagaimana sikap sosok sahabat Ahli Tafsir, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang sama dengan sikap Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu ketika mendapatkan orang yang memakai jimat tersebut!

Karena memang keduanya mendapatkan pemahaman tentang hakekat syirik langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam!

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya telah mencontohkan bagaimana mengingkari pemakai jimat tersebut!

Renungkanlah!

Dalam atsar ini, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dalam memahami hadits :

إِنَّ الرُّقَى و التّمَائِمَ والتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya ruqyah (yang mengandung kesyirikan), (menggunakan) tamimah dan tiwalah adalah syirik!”’, beliau tidaklah menyimpulkan bahwa jika si pemakai berkeyakinan jimat itu sekedar sebagai sebab saja, maka hukumnya boleh!

Buktinya, beliau mengingkari pelakunya tanpa menanyakan hal itu!

Sosok tabi’in yang mulia Abdullah bin Ukaim rahimahullah menolak menggantungkan jimat padahal beliau sedang sakit!
Dari Isa, ia berkata: “Saya pernah datang menengok Abdullah bin Ukaim (berkunyah) Abu Ma’bad Al-Juhani, ia sedang terkena penyakit humrah.

Kami bertanya: “Tidakkah anda menggantungkan jimat ?”. Ia menjawab: “Kematian lebih dekat dari hal itu!”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ

“Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu, maka urusannya akan diserahkan kepadanya!”

(Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 2072, Ahmad 3/411, Ibnu Abi Syaibah 7/371 (12/39-4) no. 23923, Al-Haakim 4/216, dan yang lainnya; hasan lighairihi)6.

Perhatikanlah bagaimana sabar dan tawakalnya sosok tabi’in yang mulia Abdullah bin Ukaim rahimahullah ketika menolak menggantungkan jimat padahal beliau sedang sakit!

Dan bandingkanlah dengan keadaan para pemakai jimat pada zaman sekarang!

(Bersambung, in sya Allah)

Sumber: https://muslim.or.id/29048-penggunaan-jimat-atau-rajah-tetap-syirik-walau-berkeyakinan-sekedar-sebab-9.html

Tags: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Belum ada Komentar untuk Penggunaan Jimat Atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab 9

Silahkan tulis komentar Anda

a Artikel Terkait Penggunaan Jimat Atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab 9

WORKSHOP ANDROID SMK RABBAANII ISLAMIC SCHOOL

T 5 Maret 2019 F A ahmad

Untuk kesekian kalinya SISWA SMK Rabbaanii Mengadakan Pelatihan Membuat Aplikasi Android Untuk Kalangan Pelajar SMK Sederajat dan Mahasiswa Adapun Materi yang Akan di Bahas Pada Training ini di Antaranya : PENGENALAN ANDROID Apa itu Android Manfaat Android Versi Android Siklus... Selengkapnya

Penggunaan Jimat Atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab 5

T 10 April 2017 F A ahmad

Perlu diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-lah yang menyatakan bahwa memakai jimat itu merupakan bentuk kesyirikan Siapakah yang Menyatakan Status Kesyirikan Memakai Jimat? Perlu diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-lah yang menyatakan bahwa memakai jimat itu merupakan bentuk... Selengkapnya

Ujub Tak Terasa Bisa Membatalkan Amalan

T 11 April 2017 F A ahmad

Terkadang kita merasa telah banyak berbuat baik untuk islam dan kaum muslimin, kita merasa telah melakukan sesuatu untuk membela Allah, Rasul-Nya dan Al Qur’an, lalu hati kita menganggap remeh orang yang tak seperti dirinya Terkadang kita merasa telah banyak berbuat... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi staff kami untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci mengenai Rabbaanii Islamic School

TKIT,SDIT,SMPI,SMA Entrepreneur dan SMK Islam Boarding School

Jl. Cimandiri 8 B RT 06/02 Graha Asri 17550 Jatireja, Cikarang Timur – Bekasi

Scan Lokasi Kami

Kontak Kami

Telp/SMS/WA :

0831 2027 1124 (Usth. Deni, S.Pd) Bag. TKIT
0812 2777 7250 (Ust. Rifqi Wasi'an, Lc) Bag. SDIT
0857 1137 2752 (Ust. Muntholib, Lc) Bag. SMPI
0852 1187 1519 (Ust. Aqlus Salim, Lc) Bag. SMK
0857 1719 8004 (Usth. Sania Novita, M.Si) Bag. SMA Putri


Klik Disini : Rabbaanii Islamic School

Email : admin@rbs.sch.id

Web : rbs.sch.id

Tentang Kami

Rabbaanii Islamic School merupakan sekolah sunnah di daerah kab. Bekasi